NVIDIA secara resmi meluncurkan RTX Spark di GTC Taipei sekaligus Computex 2026 โ sebuah superchip revolusioner berbasis ARM yang menggabungkan GPU Blackwell dengan CPU Grace 20-core, dan diklaim mampu membawa performa setingkat superkomputer ke dalam laptop tipis berbobot harian. Kolaborasi strategis dengan Microsoft menjadi fondasi utama agar seluruh ekosistem Windows dapat berjalan mulus di atas arsitektur baru ini.
Spesifikasi & Kemampuan Utama
RTX Spark memadukan GPU Blackwell dengan 6.144 CUDA core dan Tensor Core generasi ke-5 (FP4), dihubungkan ke CPU Grace 20-core lewat NVLink-C2C. MediaTek turut berkolaborasi dalam desain CPU untuk efisiensi daya terbaik di kelasnya.
Bersama Microsoft, NVIDIA menghadirkan primitif keamanan Windows baru dan runtime NVIDIA OpenShell agar agen AI berjalan secara aman dan privat di perangkat utama pengguna โ tanpa bergantung pada cloud.
RTX Spark membawa seluruh tumpukan teknologi NVIDIA โ CUDA, DLSS, OptiX, Reflex, G-SYNC โ ke dalam laptop tipis. Adobe pun merombak Photoshop dan Premiere dari nol untuk RTX Spark demi performa 2x lebih cepat.
RTX Spark hadir dalam laptop slim bertebal sekitar 14mm dengan baterai seharian, serta mini desktop PC yang efisien. Tersedia dari berbagai OEM terkemuka mulai musim gugur 2026.
"Selama empat puluh tahun, kamu membuka aplikasi. Klik. Ketik. Dengan RTX Spark dan Windows, kamu bertanya โ dan PC yang bekerja. RTX Spark membawa segalanya yang telah NVIDIA bangun ke dalam satu superchip. Ini PC baru. Komputer AI personal."โ Jensen Huang, Pendiri & CEO NVIDIA, GTC Taipei, 31 Mei 2026
Kehadiran RTX Spark secara langsung mengguncang pasar saham. Saham Intel dan AMD masing-masing turun 6% dan 5% setelah pengumuman, sementara saham NVIDIA naik 4% dan Microsoft menguat 3%. Ini menjadi sinyal kuat bahwa investor memandang RTX Spark sebagai ancaman nyata bagi dominasi duo x86 di segmen laptop premium.
Dari sisi teknis, NVIDIA menyebut RTX Spark sebagai "chip PC paling efisien yang pernah dibangun" โ meski belum merilis benchmark resmi dibandingkan kompetitor. Chip ini pada dasarnya adalah GB10 yang sama dengan yang digunakan di DGX Spark (workstation AI personal seharga $4.000), kini dikemas ulang untuk pasar laptop konsumen.
Tantangan terbesar RTX Spark bukan pada performa, melainkan pada kompatibilitas. Karena menggunakan arsitektur ARM (Grace CPU), NVIDIA harus bekerja keras bersama Microsoft dan para pengembang software โ termasuk developer game dan sistem anti-cheat โ agar seluruh ekosistem Windows berjalan sempurna. Kompetitor terdekat saat ini adalah AMD Ryzen AI Max 400 (Strix Halo), dengan GPU RDNA 3.5 dan 40 compute unit, serta Intel yang belum punya tandingan langsung hingga seri "Panther Lake" hadir.

